Kamis, 24 November 2016
Senin, 24 Oktober 2016
Insigne Berpeluang Pindah ke Liverpool

Dilansir Football Italia, Sabtu (22/10) pemain yang kerap beroperasi di sayap kiri itu memang tak maksimal di bawah asuhan Maurizio Sarri. Sepanjang musim 2016/2017, Insigne kerap menjadi penghangat bangku cadangan.
Insigne menjadi pesakitan karena tendangan penaltinya gagal merobek gawang Besiktas pada matchday ketiga Liga Champions. Napoli akhirnya takluk 2-3.
Suporter Napoli memberikan sorakan serta siulan kepada sang pemain yang membuat ia berlinang air mata. Sisi lain, proses negosiasi kontrak dengan klub tengah tersendat karena ia meminta gaji tinggi.
Pelartih Liverpool Jurgen Klopp menunjukan ketertarikan pada pemain 25 tahun. Itu membuat peluang untuk meninggalkan San Paolo terbuka lebar dengan agen Insigne disebut akan segera memulai proses negosiasi dengan the Anfield Gank dalam waktu dekat.
Liverpool kini tengah bersiap untuk menghadapi West Bromwich Albion dalam laga pekan ksembilan Liga Primer Inggris di Anfield, Sabtu ini.
Rodrigo bawa Valencia Unggul atas Barcelona
VALENCIA – Tuan rumah Valencia kembali menjebol
gawang Barcelona lewat Rodrigo. Penyerang berusia25 tahun itu mampu
memanfaatkan umpan tarik dari Luis Nani. Skor berubah menjadi 2-1 untuk
keunggulan Valencia.
Valencia XI (4-2-3-1): Alves; Montoya (Munir ‘46), Garay, Mangala, Gaya (Abdennour ’38); Suarez, Perez; Joao, Parejo, Nani; Rodrigo.
BARCELONA XI (4-3-3): Ter Stegen; Roberto, Mascherano, Umtiti, Digne; Busquets, Gomes, Iniesta (Rakitic ’12); Messi, Neymar, Suarez.
Valencia XI (4-2-3-1): Alves; Montoya (Munir ‘46), Garay, Mangala, Gaya (Abdennour ’38); Suarez, Perez; Joao, Parejo, Nani; Rodrigo.
BARCELONA XI (4-3-3): Ter Stegen; Roberto, Mascherano, Umtiti, Digne; Busquets, Gomes, Iniesta (Rakitic ’12); Messi, Neymar, Suarez.
Polisi buru penculik dua bocah Medan
Medan (ANTARA News) - Kepolisian Sektor Medan Area, Sumatera Utara
sudah membentuk tim untuk memburu penculik Aiman (5) dan Nazwa (5), dua
bocah warga Jalan Amaliun, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan
Area.
Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin pada Sabtu mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan mengenai kasus ini.
"Kami juga meminta bantuan dari Polrestabes Medan," ujar Kompol Arifin.
Polsek Medan Area juga sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya, termasuk kedua orangtua korban.
"Namun, mereka mengaku tidak mengenal pelaku penculikan tersebut," kata Kapolsek.
Nazwa dan Aiman sebenarnya diculik bersama satu rekannya lagi, Mahlan Hariri (7), namun Mahlan ditinggalkan sang penculik di Jalan Bakti, Medan. Penculik diduga seorang wanita yang mengendarai sepeda motor matic.
Belum diketahui pasti, apa motif penculikan kedua bocah tersebut.
Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin pada Sabtu mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan mengenai kasus ini.
"Kami juga meminta bantuan dari Polrestabes Medan," ujar Kompol Arifin.
Polsek Medan Area juga sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya, termasuk kedua orangtua korban.
"Namun, mereka mengaku tidak mengenal pelaku penculikan tersebut," kata Kapolsek.
Nazwa dan Aiman sebenarnya diculik bersama satu rekannya lagi, Mahlan Hariri (7), namun Mahlan ditinggalkan sang penculik di Jalan Bakti, Medan. Penculik diduga seorang wanita yang mengendarai sepeda motor matic.
Belum diketahui pasti, apa motif penculikan kedua bocah tersebut.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Tukul tolak pentas dalam kampanye
Temanggung (ANTARA News) - Pelawak Tukul Arwana menolak tawaran
pentas yang berkaitan dengan kepentingan politik, seperti dalam kampanye
pemilihan kepala daerah untuk menjaga independensi dan netralitas
lawakannya.
"Tawaran pentas selalu ada, tetapi yang saya terima kalau tidak ada hubungannya dengan pilkada," katanya sebelum pentas dalam pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Gangsar di Asrama Polisi Gemoh, Temanggung, Jumat malam.
Tidak hanya untuk Pilkada DKI, katanya sebelumnya pihaknya juga pernah menolak tawaran pentas untuk kepentingan politik pilkada di daerah lain, seperti Kalimantan dan Sumatera.
Menurut dia upaya ini sekaligus menghindarkannya agar tidak dimanfaatkan kepentingan tertentu, seperti aksi dukung mendukung dalam politik.
"Saya tidak mau kalau untuk politik, karena saya perlu menjaga independensi pelawak. Lagi pula lawakan saya hanya lawakan umum," katanya.
Namun, katanya sebagai warga DKI Jakarta, dirinya akan tetap menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur mendatang.
Ia merasa rugi jika tidak memberikan hak suaranya, karena pilkada juga menentukan nasib DKI di masa mendatang.
Meskipun tidak mau menggunakan lawakannya untuk kepentingan politik, dia tetap menghormati sejumlah seniman lain yang terlibat dalam politik dan pilkada, karena hal itu merupakan hak mereka.
"Seniman berpolitik silakan saja, itu hak mereka. Tetapi saya tidak," katanya.
"Tawaran pentas selalu ada, tetapi yang saya terima kalau tidak ada hubungannya dengan pilkada," katanya sebelum pentas dalam pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Gangsar di Asrama Polisi Gemoh, Temanggung, Jumat malam.
Tidak hanya untuk Pilkada DKI, katanya sebelumnya pihaknya juga pernah menolak tawaran pentas untuk kepentingan politik pilkada di daerah lain, seperti Kalimantan dan Sumatera.
Menurut dia upaya ini sekaligus menghindarkannya agar tidak dimanfaatkan kepentingan tertentu, seperti aksi dukung mendukung dalam politik.
"Saya tidak mau kalau untuk politik, karena saya perlu menjaga independensi pelawak. Lagi pula lawakan saya hanya lawakan umum," katanya.
Namun, katanya sebagai warga DKI Jakarta, dirinya akan tetap menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan gubernur mendatang.
Ia merasa rugi jika tidak memberikan hak suaranya, karena pilkada juga menentukan nasib DKI di masa mendatang.
Meskipun tidak mau menggunakan lawakannya untuk kepentingan politik, dia tetap menghormati sejumlah seniman lain yang terlibat dalam politik dan pilkada, karena hal itu merupakan hak mereka.
"Seniman berpolitik silakan saja, itu hak mereka. Tetapi saya tidak," katanya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Gelar Konferensi Pers, Kuasa Hukum Asli Bawa 2 Pengikut Setia Dimas Kanjeng
Jakarta - Kuasa hukum Dimas Kanjeng menggelar konferensi pers terkait kebenaran kasus penggandaan uang yang menimpa pemilik padepokan tersebut. Mengaku sebagai kuasa hukum yang sesungguhnya, Hendy Indraguna membantah bahwa kliennya telah melakukan penipuan dan percaya pada kemampuan gaib Dimas Kanjeng.
"Banyak sekali gosip mengaku-ngaku, yang asli kuasa hukumnya adalah kami, kami akan tunjukkan kuasa yang asli dari Kanjeng Dimas baik dari kasus penipuannya maupun pembunuhannya," kata Hendry Indraguna di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/10/2016).
Hendry menyebutkan bahwa hasil investigasi kuasa hukum Dimas Kanjeng selama 10 hari sangat berbeda dengan pemberitaan di media massa. Meski tidak bicara hal gaib, namun pihak Hendry meyakini apa yang dilakukan Dimas Kanjeng adalah benar dan bukan tipuan.
"Hari ini kita akan memberitahukan bahwa menurut hasil investigasi di lapangan tidak seperti yang diberitakan selama ini tapi kami sebagai pengacara tidak boleh mengatakan tentang goib karena nanti kami dibilang pengacara gila, ah pengacara itu membela yang bayar," kata Hendry.
Tak sendiri, dalam konferensi pers tersebut Hendry membawa serta pengikut setia Dimas Kanjeng bergelar Sultan Agung, yaitu Ibu Hasmiati dan Robi Darmawan. Meski awalnya takut diperiksa polisi namun Hendry berhasil meyakinkan mereka untuk datang ke konferensi pers tersebut.
"Kami pastikan mereka yang lihat langsung prosesi tentang pengadaan uang, emas-emasan dan masih banyak lagi yang mereka lihat dan mereka bisa bersumpah demi Allah dia bersumpah dan sampai hari ini mereka mengatakan 100% mereka percaya pada Kanjeng karena Allah," ungkap Hendry.
Hendry pun mempersilakan bagi para media apabila ada yang ingin bertanya langsung tersebut mengenai prosesi pengadaan uang, berlian hingga motor pada kedua Sultan Agung.
"Semua para santri mereka mau bicara apa adanya tapi takut biarlah sekarang mereka yang bicara lansung membuktikan bahwa tidak seperti yang ada di media," kata Hendry.
(jor/jor)
Presiden Jokowi Buka Muktamar Islah Persatuan Tarbiyah Islamiyah
Jakarta - Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) terpecah sejak 50 tahun lalu menjadi Islah Tarbiyah dan Perti. Tetapi kini ormas Islam itu telah islah, dan bersatu kembali.
"Kamis pagi kemarin hadir ke istana Buya Basri beserta keluarga besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah menyampaikan kepada saya bahwa pada malam ini akan Islah Tarbiyah - Perti, saya dengar saja waktu itu saya sampaikan Alhamdulillah dan InsyaAllah besok saya akan hadir. Kalau islah saya senang, saya hadir, tapi kalau tandingan, saya enggak hadir," tutur Presiden Jokowi di Ruang Cengkeh Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (21/10/2016).
Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato pembukaan Munas dan Muktamar Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Hadir pula Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Mensesneg Pratikno.
"Apapun kita ingin sebuah organisasi akan semakin baik bila semua bersatu," imbuh Jokowi.
Jokowi sempat menyebut telah mendapat berbagai undangan untuk membuka acara organisasi. Tetapi ketika tahu bahwa organisasi itu pecah, Jokowi tidak akan hadir.
Jokowi Buka Muktamar Islah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom) |
Jokowi kemudian mengingatkan bahwa saat ini merupakan era kompetisi antarbangsa. Semua diminta bersatu untuk memenangi persaingan.
Sebelum Jokowi berpidato juga ada penandatanganan perjanjian islah yang disaksikan Menag Lukman Hakim. Acara kemudian ditutup dengan pemukulan gong oleh Jokowi.
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom |
Forum Pondok Pesantren Minta PKB Konsisten Perjuangkan Pesantren

Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, di sela-sela kunjungan ke kediaman kiai khos (sepuh) Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Mahtum Hanan, Pondok Pesanteren Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jumat (21/10).
Kedatangan Cak Imin ke kediaman KH Mahtum Hanan didampingi ajengan Ponpes Arjowinangun Cirebon, KH Hosen Muhammad dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat Dedy Wahidi.
Cak Imin, begitu akrab disapa menyatakan kesiapannya istiqamah memperjuangkan pesantren dan kaum santri. PKB akan selalu mendengarkan permintaan dan intruksi kiai dan para ajengan.
“PKB akan istikamah memperjuangkan pesantren dan kaum santri," katanya dalam keterangan persnya kepada Republika.co.id.
Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan Persatuan Ponpes (Ittihadul Ma'ahid) sangat diperlukan untuk bertukar ilmu serta pengalaman.
Ponpes memiliki karakteristik beragam, konsentrasi keahlian majemuk, dan keilmuan keagamaan yang berbeda-beda.
Perbedaan tersebut kemudian dipadukan Bahtsul Masail untuk membahas permasalahan keagamaan, hukum Islam, keumatan bahkan problematika aktual kemasyarakatan kebangsaan dan kenegaraan dengan cara atau tradisi dan kekhasan pesantren.
Inilah, ungkap Cak Imin, cara pesantren mengkohesikan dirinya, mempersatukan belbagai keragaman mereka dalam sebuah forum yg bernama Bahsul Masail. “Bahtsul Masail merupakan tradisi pesantren khas dan unik," tuturnya.
Ia menambahkan, di PKB setiap keputusan dan kebijakan politik juga atas dasar Bahtsul Masail. Tidak jarang para kiai dan penggerak PKB selalu membahas masalah kekinian perpolitikan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia yang juga di landasi atas pandangan-pandangan brbasis tradisi kitab kuning.
PKB merupakan satu-satunya partai yang sebagian besar langkah dan kebijakan politiknya banyak didasari dan berlandaskan dari hasil Bahsul Masail.
“Dalam hal menyusun RUU atau perda di DPR, banyak sekali UU yg diusulkan Fraksi PKB itu berdasar Bahtsul Masail," paparnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jokowi Buka Muktamar Islah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom